Fida anakku , Ibu dan Ayah seharusnya menjadi fasilitator buatmu, mempersiapkanmu menghadapi masa depan penuh tantangan. Tugas Ibu dan Ayah berat. Kami tidak bertitel sarjana, master, atau PhD dalam ‘parenting’, maka maafkanlah Ibu atau Ayah jika mendidikmu tidak secara profesional. Kami belajar darimu dan Blog ini adalah ruang refeleksi kami.
Akhirnya Fika mendapat tempat di Campus Kindy setelah ikut dalam Daftar Tunggu selama satu setengan tahun. Sekolah terkenal di Brisbane sebagai sekolah yang sangat profesional, ditangani oleh staf yang profesional. Meskipun demikian, Fida kadang-kadang tidak pingin datang ke sekolah. Mengapa yah? Sangat berbeda dengan Kakaknya. Sejak kecil si kakak tidak pernah menolak untuk ke sekolah, termasuk ketika TK di Surabaya.
Adik Fida menjelaskan cara pegang pensil atau pulpen yang benar. Dia juga kadang memprotes kakaknya, sebagaimana Ayah Ibunya melakukan hal tsb. Kelemahan Kakak menurut gurunya di Kelas 1 adalah cara pegang pensilnya. Dia sulit mengubah karena sekali dia ubah, dia merasa tidak bisa menulis dengan lancar atau indah. Ternyata cara pegang pulpen adalah salah satu indikator penilain di sekolah.
Saya senang dengan gambar ini karena menunjukkan ketelatenan, kesabaran, kemampuan berkonsentrasi dalam bekerja. Hasil pewarnaannya sangat bagus atau rapi. Terdapat sekitar 15 warna yang berbeda yg digunakannya dalam pewarnaan ini. Apakah pelajaran mewarnai secara online di komputer berpengaruh pada kemampuanya mewarnai secara manual.
Kalau mereka asyik masing-masing dengan pekerjaanya, maka situasi menjadi aman. Sesekali Sang Adik bertanya kepada kakaknya, dan sekali-sekali Kakak menyumbangkan idenya ke Adik. Terima kasih anakku kalau kalian tidak bertengkar.
Pemandangan dalam foto ini sangat bagus dimana kakak memperhatikan Adiknya bermain. Si Adik pasti senang dilihat. Hanya sayangnya, situasi seperti ini sering tidak terjadi. Mereka semua pingin main komputer alias rebutan. Sering terjadi ketika komputer tidak terpakai, si kakak (usia 6 tahun) segera menggunakannya. dan ketika terdengar atau terlihat sang adik (usia 4 tahun), maka si adik nyerobot. Biasanya berarkhir dengan pertengkaran.
Ini salah satu hasil karyanya pada bulan pertama di TK atau 'Campus Kindy'. Dia selalu membawa sesuatu pulang ke rumah demi membuat kejutan orangtuanya. Dia sering minta Ibu dan ayahnya menutup mata sebelum dia menunjukkan karyanya. Lalu setelah kami buka mata, maka kami mengekspresikan rasa kegembiraan menerima hadiahnya. Dan pesan yang selalu mengikuti pemberiannya adalah 'You have to share', artinya Ibu dan ayahnya harus berbagi. Ternyata pesan Ayah dan Ibu untuknya juga dipakai untuk menasehati orangtua. Artinya apa, jika kita memberi aturan pada mereka, mereka bisa mengerti. Cuman sejauh mana prakteknya, perlu kita teliti lebih jauh. Pelajaran 8: Kalau si anak bisa membuat kejutan pada kita, apa kita juga perlu membuat kejutan buat mereka dalam bentuk karya kita. Bukan dalam bentuk hadiah yang dibeli di toko? Apakah ini mendasar?
Setelah Fida melihat gambar telur yang dibuat dan didekorasi kakaknya di sekolah, dia pun segera membuat gambar ini dan bisa selesain dalam waktu yang relatif singkat. Ternyata seorang anak bisa dengan cepat sekali meniru apa yang dilakukan orang di sekitarnya. Maka hati-hati terhadap anak? jangan sampai ada hal yang menarik bagi kita tapi tidak seharusnya dilihat oleh anak.
Setelah memperhatikan gambarmu Fida, seharusnya dari sana saya bisa mengenalkanmu berbagai konsep-konsep matematika, misalnya square (bujursangkar), persegipanjang (rectangle), lingkaran (circle), garis-garis sejajar (parallel lines), garis berpotongan (intersection), posisi (peta), number sense (misalnya berapa banyak persegipanjang di sana? Atau pelajaran ilmu pengetahuan Alam berkaitan dengan taman. Maafkan anakku, ternyata terlalu banyak hal yang seharusnya terfikirkan tapi saya hanya mengabaikannya. Saya terlalu sibuk dengan diri sendiri atau bahkan menggunakan waktu hanya untuk hal-hal yang tidak berguna. Ada ide yang muncul dikepala saya saat ini, yaitu
Apakah hasil coretan sembarang atau apa. saya seharusnya menanyainya. Yang biasa terjadi adalah menjelaskan gambarnya dengan kalimat yang sama sekali tidak berhubungan. Tapi ini menurut persepsi saya. Seharusnya saya harus bijaksana bahwa jangan mengedepankan persepsi saya tetapi berusaha menggali apa yang dia maksudkan. Dan konteks tersebut seharusnya saya jadikan titik awal memulainya menyampaikan pelajaran-pelajaran yang terencana.
Kakak Fika menuliskan kalimatnya dan adik Fida mendekorasinya. hasilnya adalah sebuah Bookmark atau penanda bacaan yang biasa diselipkan di buku bacaannya
Pelajaran 5: Bagaimana pelajaran kesenian di banyak sekolah di Indonesia diperbaharui sehingga tidak justru menjadi beban siswa melainkan kesenangan siswa?
Buktinya dia tidak tahu nama gambar tsb sedangkan orang dewasa bisa mengenalinya. Atau keinginannya berbeda dengan hasilnya.Saya hampir tidak pernah mengajarinya menggambar. llingkungan pelajaran saya ketika kecil terlalu miskin. Kertas dan pulpen hanya dipakai untuk di sekolah. hari-hari hanya digunakan main dengan tanah atau batu lihat, daun-daun, renang disungai pagi dan sore tanpa pengawasan orang tua. Jiwa seni saya sangat terbatas. Sedangkan kedua anak saya menulis atau menggambar setiap harinya.
Nak bersyukurlah Ibu diberi rejeki dapat beasiswa untuk S3 di sini sehingga kalian dapat hidup di lingkungan yang kaya dg sumber-sumber belajar dan sekolah gratis. Padahal sekolah di sini mahal bagi orang asing (mungkin sekitar 50 juta rupiah setahun, saya lupa deh berapa tepatnya. Akan saya cek!
Nah kalau bosan main komputer, kadang dia berjoget, tari ballet, bermain ski di salju dengan menginjak dua buku, atau membaca buku dengan suara keras, membahasakan sendiri gambar yang ada dalam sebuah buku, dll. Perilakunya banyak dipengaruhi oleh Internet. Dia sering mendemonstrasikan sesuatu yang telah dilihatnya melalui internet. Jadi ternyata setelah masuk ke dunia virtual, misalnya shopping, dressing up, atau telling story, dia ingin praktekkan. Sebagai contoh dia berpakaian seperti pakaian orang yang main salju meskipun suasana saat itu sedang panas sekali. Jadi karena informasi yg diperoleh sangat berpengaruh maka kita perlu menyeleksi website yang bisa ditempatkan dalam favourite atau Bookmark anak (Pelajaran 2: Apakah kriteria saya dalam menetapkan sebuah website buat anak?)
Nah beginilah keseharian dia di rumah ketika sang Kakak di sekolah, ibunya sedang asyik belajar di meja lainnya, dan ayahnya beristirahat akibat tidak tidur semalaman demi mencari biaya hidup primer. Sesekali dia mendatangiku karena ingin berbagi cerita yang sedang berkecamuk di kepalanya. Kalimat yang sering terlontar 'Mummmmmm, come here mum, I want to saw you something .....' Atau 'Mum, mum, mum you know ....' Bermacam saja caranya meminta perhatian saya dan akhirnya saya kadang minta dia jangan mengganggu karena sayang sedang belajar. Maafkan Ibu Nak, kamu terpaksa harus terbiasa dengan situasi ini. Bahkan Ibu kadang mengeluarkan kata yang tak pantas berupa ancaman misalnya, 'If you disturb Mum, I will go to the Campus and study there.' Jadi saya ngancam akan pergi ke kampus untuk belajar di sana. Nah kalau sudah begini dia pasti diam sesaat atau menjawan OK, atau dia berjanji tidak mengganggu 'I promise Mum!' dengan gaya memelas. Inilah faktanya bahwa sering teori diketahui bahwa jangan mengancam tapi bernegosiasi, jelaskan secara baik pada anak, tapi kadang sulit melaksanakannya. Saya perlu latihan berkata lemah lembut pada anak karena saya adalah model bagi dia (Pelajaran 2: Belajarlah dan berlatihlah berkata lemah lembut, bernegosiasi, menjelaskan alasan larangan saya secara lemah lembut, dia masih kecil, bukan orang dewasa kecil. Orang dewasa saja tidak suka kalau dikasari. Anak kecil juga punya perasaan khan)
Ini tulisan Fida sekitar bulan lalu (usianya 4 tahun 1 bulan). Saya kaget kapan dia bisa mulai menulis dan bagaimana dia bisa tahu. Saya dan ayahnya tidak pernah mengajarinya menulis sedangkan selama ini dia bersama kami di rumah. Saya melihatnya dia menulis tanpa mencontoh sebuah tulisan. berarti bayangan huruf itu sudah tersimpan di memorinya. Apakah ini akibat sering main komputer, atau diam-diam dia melihat kakaknya ketika belajar. Ibu terlalu sibuk Nak sehingga sering Ibu tidak bisa menemanimu bermain. Untunglah ada Internet di rumah yang bisa diakses kapan saja, jadi Fida bisa bermain sambil belajar dengan komputer. Tentu ini salah satu bukti bahwa Internet sangat bermanfaat untuk pendidikan. (Lesson1: Sejauh mana pengaruh Internet pada proses pengenalan abjad? Bagaimana saya membantu dia mengenali nama huruf. Apakah harus diajar bahasa Indonesianya atau bahasa Inggrisnya dulu? Fida butuhkan kedua bahasa itu.)